19 agustus 2010, ntah puasa keberapa….(sengaja gak ngitung…let it flow…xixixi),

Saat lagi semangat-semangatnya ngurus berkas beswan 2010, eits tiba-tiba ada kabar yang bikin drop abis… padahal semua sudah kelar sisa nyari alamat aja bwt ngirim berkasnya. belakangan dapat info klo pamflet pengumuman dah ketempel sesuai tanggal. tapi weits…betapa kecewanya  saat tau klo teknik elektro gak dapet kuota tahun ini. katanya sih gradenya turun makanya gak kebagian….

Saya mencoba melakukan pendekatan pemahaman, karena saya secara pribadi gak bisa nerima hal ini, apakah memang pihak beswan memparsialkan para penerimanya berdasarkan institusi, idealnya harus secara personal. Beasiswakan pada dasarnya kembali ke individu masing-masing. apalagi mengingat program-pogram yang ditawarkan oleh pihak terkait berkutat masalah sosil-leadership. jadi individu -personal gitu, jangan mengaitkan dengan institusi terkait. Tapi mungkin itu sudah menjadi landasan sistemnya, memang.

Untuk kuota kota makassar sendiri hanya 2 universitas saja yang terdaftar penerima beswan, yaitu Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI). Jika merunut pada komposisi penerimanya, berangkat tahun lalu. Makassar mendapat jatah 11 orang terpilih, nah pasti dah tau kan siapa pemilik kouta terbanyak. Yup…mengingat UMI adalah swasta jadi UMI hanya mendapatkan 3 jatah aja, sisanya UNHAS. Nah dari sini aja kita bisa menebak, bahwa memang landasan sistem penerimaanya itu berdasarkan gengsi ( Grade–Red) dari institusi. Nah…jika memang berdasarkan misi dari beswan ini, (…… mendidik mahasiswa berprestasi tinggi……), sejatinya yang jadi parameter prestasi mahasiswanya itu jangan di nilai dari grade institusi nya donk…boleh saja namun harus bukan jadi syarat prioritas. Bisa saja meski mahasiswa itu berasal dari jurusan yang biasa -biasa saja namun ternyata go nasional malah. Hal itu kan bisa di identifikasi dari berkas yang di kirim.

Nah terkait masalah grade atau akreditasi, untuk universitas di makassar sendiri, berdasarkan media yang sempat kebaca kemarin, ada sekitar 2000an lebih jurusan ataupun prodi yang belum di upate akreditasinya ke badan terkait. Jadi hal ini menurut saya kurang adil.
tapi ya udah…mungkin ada rencana baik yang lain dari semua ini. Thanks Allah SWT.